SEJARAH KESEHATAN MASYARAKAT LENGKAP
frenssss, ketemu lagi sama saya,,, saya
akan selalu berusaha menyajikan informasi-informasi yang menarik, dan
pastinya bermanfaat bagi kalian, dan u gx usah kwatir atau gx pecaya ma
mterinya....
sebab saya membuat postingan hanya dari buku-buku sumber yang sudah
paten dan baku atau yang dapat dipercaya kesahan.nya...... jadi gx
mungkin sampe nyamplirrrr.......
SEJARAH KESEHATAN MASYARAKAT
Berbicara tentang kesehatan masyarakat tidak terlepas dari dua tokoh Yunani yaitu Asclepius &Higeia.
- Asclepius (Pendekatan Kuratif)
- Sasaran –> individual, kontak dengan pasien sekali saja, jarak antara petugas & pasien cenderung jauh.
- Bersifat reaktif
- Secara partial
- Higeia (Pendekatan Preventif)
- Sasaran –> masyarakat, masalahnya adalah masalah masyarakat dan hubungan antara petugas dengan masyarakat bersifat kemitraan.
- Bersifat proaktif
- Secara holistik
Periode-periode Perkembangan Kesmas
1. Periode sebelum ilmu pengetahuan
- Telah ditemukan dokumen-dokumen tertulis tentang pembuangan air limbah, pengaturan air minum
- Telah dibangun latrin umum –> bukan alasan kesehatan.
- Telah dibuat sumur, karena air sungai sudah kotor dan terasa tidak enak
- Abad ke-7 diindia terjadi endemi kolera
- Abad ke-14 terjadi wabah pes diindia dan cina.
2. Periode ilmu pengetahuan
Bangkitnya ilmu pengetahuan pada akhir
abad ke-18 mempunyai dampak yang luas terhadap aspek kehidupan manusia.
Oleh karena itu kesehatan merupakan masalah yang kompleks dan harus
dilaksanakan secara komprehensif dan multi sektoral.
Beberapa pelopor tentang kesehatan modern :
- Hipocrates (460-370 SM) dikenal sebagai bapak kedokteran
- Anthony van Leeuwenhoek (1632 -1723), penemu mikroskop
- John snow (1813 – 1912), Bapak epidemiologi dan menemukan penyakit kolera disebabkan oleh kuman kolera melalui air
- Louis pasteur (1827 – 1912) menemukan vaksin untuk mencegah cacar
- Joseph Lister penemu asam karbol (carbolic acid) untuk sterilisasi ruangan operasi
- William marton –> ether anastesi
- Robert koch (1843 – 1910), penemu kuman TBC.
3. Perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia
Kesehatan masyarakat di Indonesia
dimulai sejak pemerintahan Belanda pada abad ke-16. Telah dimulai dengan
adanya upaya pemberantasan cacar dan kolera yang sangat ditakuti
masyarakat pada waktu itu. Memasuki zaman kemerdekaan, salah satu
tonggak penting perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia yaitu
diperkenalkannya konsep Bandung (Bandung Plan) tahun 1951 oleh Dr. Y.
Leimena & Dr. Patah selanjutnya dikenal dengan istilah Patah –
Leimena. Isinya bahwa pelayanan kesehatan masyarakat , aspek kuratif dan
aspek preventif tidak boleh dipisahkan baik di Rumah Sakit maupun di
Puskesmas. Tahun 1956 oleh Dr. Y. Sulianti didirikan proyek Bekasi
(tepatnya lemah abang) sebagai proyek percontohan atau model pelayanan
bagi pengembangan kesehatan masyarakat pedesaan di Indonesia dan sebagai
pusat pelatihan tenaga kesehatan. Konsep ini merupakan model atau
konsep keterpaduan antara pelayanan kesehatan pedesaan dan pelayanan
medis, juga menekankan pada pendekatan tim dalam pengelolaan program.
Pada tahun 1967, diadakan seminar yang merumuskan program kesehatan masyarakat terpadu. Dibuat konsep Puskesmas oleh Dr Ahmad Dipodilogo yang mengacu pada konsep Bandung dan Bekasi.
Pada tahun 1968, dilaksanakan Rakernas
yang menetapkan Puskesmas merupakan sistem pelayanan terpadu yang
kemudian dikembangkan oleh pemerintah menjadi Pusat Pelayanan Kesehatan
Masyarakat.
Tahun 1984, tanggung jawab puskesmas
ditingkatkan dengan berkembangnya program paket terpadu kesehatan dan
keluarga berencana (Posyandu).
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
Posyandu adalah pusat kegiatan
masyarakat, dimana masyarakat melaksanakan sekaligus memperoleh
pelayanan kesehatan secara terpadu yang meliputi :
- KIA
- Gizi
- Imunisasi
- Penanggulangan diare
- KB
Tujuan Penyelenggaraan Posyandu
1. Menurunkan angka kematian bayi, Anak balita dan kematian ibu (BUMIL/BUHIR/BUFAS) serta pengaturan kelahiran.
2. Meningkatkan kemampuan masyarakat
menyelenggarakan kegiatan masyarakat dan kegiatan-kegiatan lain yang
menunjang, sesuai kebutuhan dan kemampuannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar